"Dan Berbahagialah Wahai Jiwa-jiwa yang tenang, yang Senantiasa Mengingat Tuhan-nya dalam keadaan Lapang dan Sempit..."


Kamis, 02 Oktober 2008

“The Smart Get the Money...”

Seperti apa sih, orang yang diperlukan kelak oleh perusahaan kelas dunia seperti Pertamina? Atau ju-ga perusahaan-perusahaan lain pada era global saat perdagangan dibuka bebas tanpa mengenal batas negara? Banyak yang menggarisbawahi secara sederhana, manusia pembelajar! Komuni-tas pembelajar (learning community)! Itu-lah karakter SDM yang diperlukan pada saat ini dan mendatang. “Pembelajar” banyak dianggap seba-gai kata kunci bagaimana manusia bisa survive di tengah persaingan. Pembelajar berarti mampu beradap-tasi. Dino-saurus disebut-sebut sebagai contoh makhluk yang tidak mampu bera-daptasi dengan perubahan alam dan ik-lim yang dilaluinya. Mereka punah. Ada tulisan menarik yang ditulis Charlo Mamora dalam website majalah Warta Ekonomi, 24 November 2004. Charlo yang disebut-sebut sebagai “arsi-tek transformasi” PT Astra menulis arti-kel berjudul Menempa Karyawan Unggul. “Bagi perusahaan yang ingin menang dalam era globalisasi, mereka harus membuat organisasinya mencetak karya-wan yang bisa memberikan kontribusi dan sekaligus pembelajar ce-pat,” tulisnya. Charlo dalam tulisannya itu menyan-tumkan beberapa contoh empiris pekerja IBM, Matsushita, dan pekerja Dinas Per-ikanan Sibolga dan Lambok-limbong di Balige Tapanuli, Sumatera Utara. Bagai-mana ketiga orang yang dicontohkannya itu yang tak berhenti “belajar langsung pakai” (learning by doing) dalam menunjang tu-gasnya. Bagi orang Pertamina, pendapat Charlo bukan hal yang baru. Kalimat “bekerja sambil belajar, belajar sambil bekerja” diajarkan Ib-nu Sutowo, Dirut pertama Pertamina, setengah abad yang lampau. SEPENGGAL KISAH IBNU... Berlarut-larut terbengkalainya lapang-an minyak di Sumatera Utara menyebabkan Pemerintah pada tanggal 22 Juli 1957 mem-utuskan menyerahkan pengelolaan menge-nai tambang minyak tersebut kepada KS-AD (Kepala Staf Angkatan Darat), waktu itu Jenderal A.H. Nasution. KSAD mempercayakan tugas ini kepa-da Kolonel dr. Ibnu Sutowo untuk me-laksanakannya. Demikianlah, Ibnu Sutowo memulai karier baru dalam indusri minyak, sebagai Direktur Utama PT Tambang Mi-nyak Sumatera Utara (TMSU), yang beru-bah menjadi PT Permina, 10 Desember 1957. PT Permina bergabung dengan PT Per-tamin, 20 Agustus 1968, menjadi PN Perta-mina. Kemudian PN-nya dihapuskan, dengan Direktur Utama tetap Ibnu Sutowo. Jabatan ini dipegangnya sampai tahun 1976, yang digan-tikan oleh Piet Haryono. Menyadari tugas baru yang berat dan secara teknis belum dikuasainya saat itu, Ibnu mem-pelajari masalah perminyakan dengan serius. Semboyan yang disukainya adalah “belajar sam-bil bekerja, dan bekerja sambil belajar.” Dia tidak enggan meminjam buku-buku tentang perminyakan dari anggota stafnya dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang detil. Dan Ibnu tak pernah berhenti bertanya bila belum mendapat jawaban yang meyakinkannya. Ibnu mengatakan hal itu karena penga-lamannya mendirikan perusahaan migas dan membesarkannya walaupun dengan bekal informasi dan pengetahuan tentang migas nol besar. Dengan aset kilang Pangkalan Berandan yang hangus terbakar dengan kondisi yang porak-poranda, Ibnu harus memulai tugas besarnya. Ketika WePe mewawancarai Ibnu di ruang kerjanya PT Nugra Santana Lt. III Gedung Nugra Santana, Jl. Sudirman, 20 November 2000, dokter tentara ini menunjukkan lukisan besar di ruang kerjanya. Lukisan puing-puing Pangkalan Berandan sehabis terbakar. “Saya tidak tahu bagaimana. Saya kan mi-liter disuruh bikin perusahaan minyak, itu kan gila. Yang saya tahu, ini saja, ada minyak,” Ibnu menunjuk lagi lukisan itu. “Ini yang saya kembangkan. Waktu mau jual minyak ndak ada yang tahu harga minyak berapa. (Departemen) Perdagangan juga ndak tahu,” kisah Ibnu lagi seperti dikutip WePe Edisi Khusus HUT Pertamina, Desember 2000. Sosok Ibnu Sutowo adalah figur pembela-jar. “Kita mesti belajar. Saya di minyak hanya dari 1957 sampai 1976. Saya ndak pernah seko-lahan, tapi saya banyak bicara dengan orang mi-nyak, sehingga saya tahu apa yang harus saya perbuat,” kisahnya. Ketika WePe menanyakan mengapa saat itu ruh perjuangan begitu kuat? “Karena be-kerja tidak terpaksa,” tegas Ibnu. Menerima tugas mengelola perusahaan mi-nyak bukan berdasarkan suka atau tidak. Saya, misalnya tidak ditanya do you like on the job? What you have to do? Ya, to do well. Dengan situasi seperti itu semangat belajar menjadi hal penting. Ibnu berprinsip, bahwa “You are stupid, you have to pay. The smart get the money. The stupid get the problem. No body is born smart,” katanya dengan suara yang ter-kadang tak terdengar jelas. Menghadapi tantangan setiap zaman, Ibnu menyarankan, “Who’s let be going, not stupid and you will learn going. Kita duduk di kursi saja belajar, kok. Kita netek, belajar. Kita merangkak, belajar. Jangan takut jatuh, jangan takut salah.” Ada ungkapan lucu yang disampaikan Ibnu Sutowo mengenai kesan yang paling menarik baginya selama memimpin Pertamina. Menu-rutnya yang paling berkesan adalah menjual minyak untuk pertama kali. “Dengan modal learning by doing, kita menguasai semua. Waktu itu Dewan Komisaris ada, tapi bodoh semua. Waktu itu kalau ada bule, orang kita belum apa-apa sudah kalah. Mereka sudah merasa bodoh,” ujar Ibnu sambil tertawa. Pada 12 Januari 2001 — atau 53 hari setelah wawancara — Prof. Dr. Ibnu Sutowo, DSc berpulang ke—rahmatullah dalam usia 87 tahun. Ibnu berharap sekali Pertamina mengglo-bal. “Mau mengglobal apa tidak? You have to...!” katanya. Pertamina dibesarkan oleh insan-insan dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi. Dari masa kepemimpinan Ibnu Sutowo, Piet Har-yono, Joedo Sumbono, A.R. Ramly, F. Abda’oe, Soegianto, Martiono Hadianto, Baihaki Ha-kim, Ariffi Nawawi, Widya Purnama, hingga kepemimpinan Ari H. Soemarno. Semua pimpinan Pertamina menghadapi tantangannya sendiri-sendiri. Dan semua pim-pinan Pertamina membuat kebijakan untuk kebaikan perusahaan, dan berusaha keluar dari tantangan yang ada. Pada saat awal berdiri, Pertamina mengha-dapi tantangan bagaimana perusahaan ini di-dirikan dibikin eksis. Itulah masa kepemimpin-an terawal, dan mereka membuat langkah-lang-kah tertentu untuk mengantisipasi dan meres-pon. Situasi Pertamina pada masa Ibnu Sutowo pasti berbeda dengan Pertamina pada masa Ari H. Soemarno. Tetapi tantangan itu, bagaimana-pun berbedanya, tetap harus dihadapi. “Situasi yang dihadapi oleh Pertami-na sudah berubah,” tegas Ari H. Soemarno ber-kali-kali di berbagai kesempatan. Saat ini Pertamina harus belajar bagaimana menjadi perusahaan kelas dunia, bagaimana menjadi perusahaan yang benar-benar murni bisnis. Relevansi komunitas pembelajar, pekerja pembelajar, pimpinan pembelajar sungguh dan sungguh relevan dilakukan. Saat ini, misalnya pekerja Pertamina di Pemasaran dan Niaga mau tidak mau harus belajar sambil bekerja karena menghadapi situasi yang tidak dirasakan sebelumnya. Belakangan, Direktorat Pengolahan mulai terimbas suasana persaingan di dunia migas. Karena apa yang diolah di kilang seperti Perta-max dan Pertamax Plus harus disimpan semen-tara karena demand dua jenis produk komersial Pertamina itu mulai tergerogoti pangsa pasar-nya di Jakarta dan sekitarnya. Semua direktorat di Pertamina, termasuk anak-anak perusahaan, tidak bisa menghindari perubahan suasana dan iklim yang drastis dan cepat. Semua berbenah, semua beradaptasi dengan situasi baru. HUMAN CAPITAL Menurut Charlo Mamora, kemampuan me-milih calon berpotensi dan mengembangkan-nya sampai menjadi sosok-sosok seperti itu bu-kanlah kerja perorangan atau bagian personalia saja. “Untuk memperoleh orang seperti itu da-lam jumlah memadai dan berkesinambungan, harus dibangun sejumlah kemampuan yang menjadi kompetensi dan praktek tingkat or-ganisasi. Ini dimulai dengan kompetensi me-rekrut tenaga potensial melalui proses menja-ring dan memilih, program masa orientasi dan percobaan yang tertata dan dijalankan tuntas,” beber Charlo. Pelajaran dari Charlo, perusahaan harus mampu mengubah cepat human resource yang memang langsung menjadi liability pada saat tetap sebagai pegawai, menjadi human capital yang berkontribusi besar, sehingga menjadi aset dalam neraca keuangan perusahaan. Yang disarankan, perusahaan sedini mung-kin memberikan penugasan menantang kepada pekerja. Selain pekerjaan rutin operasional juga pekerjaan terobosan strategis perusahaan. Pro-ses ini akan melahirkan pekerja yang mampu melakukan multi peran dalam organisasi. Charlo menyontohkan, orang seperti ini di samping menjadi manajer pemasaran, dia juga mampu menjadi pemimpin tim penerapan Six Sigma, dan pemimpin tim proyek strategis perusahaan untuk membuka cabang di Timur Tengah. Mengutip pendapat Charlo Mamora ha-nyalah untuk menciptakan pemahaman bahwa manajemen SDM belakangan ini sungguh sangat berubah. Karena tuntutan dunia usaha begitu tinggi, sehingga konsekuensinya adalah adanya kompetensi tertentu dari pekerja peru-sahaan. Banyak perusahaan yang merekrut pe-kerjanya dengan kualifikasi ketat. Di samping itu, bagi pekerja yang sudah ada di dalam, maka dilakukan up skilling sedemikian rupa agar kompetensi para pimpinan dan pekerja tetap up to date. Budaya pembelajaran bagi setiap individu pimpinan dan pekerja banyak didukung oleh pengembangan learning center. Pengembangan learning center, tak hanya menyesuaikan paradig-ma dengan Visi-Misi, dan strategi perusahaan, juga aspek-aspek teknis pembelajarannya. Posisi learning center berada pada lingkup kesisteman manajemen perusahaan. Di dalam lingkup grand concept yang melihat titik-titik persoalan SDM secara keseluruhan. “Pemahaman SDM di berbagai perusahaan terkesan direncanakan sepotong-sepotong,” kata Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah yang memberi Kata Pengantar pada dalam Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan — Dari Teori ke Praktik (Prof. Dr. Veithzal Rivai, PT Rajagrafindo Persada, Ja-karta, 2006). Burhanuddin menyentil fakta, bahwa ko-mentar yang paling umum terjadi di peru-sahaan-perusahaan adalah pertanyaan-perta-nyaan: “Kapan saya naik pangkat? Kapan saya naik jabatan? Kapan gaji naik dan selanjutnya?” Menurut Burhanuddin, itu yang membuat perasaan gelisah dan resah. Padahal yang lebih penting, kata Burhanuddin lagi, bagaimana membina kultur perusahaan menjadi sebuah kultur produktif, yang mengutamakan efekti-vitas kinerja, tanpa terlalu memandang berada di mana kita dalam struktur itu. Burhanuddin Abdullah menggarisbawahi kultur produktif. “Semuanya menjadi rileks, menjadi tidak terlalu ngoyo dan boleh dika-takan, perusahaan menjadi produktif,” katanya. Sebuah organisasi atau perusahaan dalam mewujudkan eksistensinya dalam rangka me-wujudkan tujuan bisnisnya, memerlukan se-jumlah pekerja yang mampu melaksanakan seluruh volume kerjanya (H. Hadari Nawa-wi, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis yang Kompetitif, Gadjah Mada University Press, Cetakan kedua, September 1988). Mau tidak mau kualifikasi kuantitatif dan kualitatif pekerja harus terpenuhi kalau ingin volume kerja dapat dilaksakanan secara pro-duktif dan berkualitas. Agar tidak meleset dari kualifikasi yang diinginkan para pakar SDM menyarankan adanya Perencanaan SDM yang berorientasi Analisis Pekerjaan, baik kuantita-tif maupun kualitatif. PELATIHAN MEMANG PERLU Pelatihan adalah bagian dari proses pembe-lajaran. Karena pembelajaran sendiri, seperti dikatakan GM PLC Nina Pramono, bisa di-lakukan di mana saja. Yang terpenting, me-mang, sejauhmana orang memiliki jiwa pem-belajaran. Learning center, lembaga pelatihan, atau media pendidikan dan pembinaan lainnya, ada-lah fasilitas yang disediakan pihak perusahaan. Pelatihan dibutuhkan. Setidaknya, kalau mengutip Veithzal Rivai (2006), kebutuhan itu adalah untuk memenuhi kekurangan penge-tahuan, meningkatkan keterampilan atau sikap dengan berbagai ukuran yang bervariasi. Tetapi sesuai karakternya, pelatihan hanya-lah salah satu bagian dari pembelajaran. Bentuk edukasi dengan prinsip-prinsip pembelajaran. Karena seperti dibilang Veithzal Rivai, pela-tihan adalah bagian pendidikan yang menyang-kut proses belajar untuk memperoleh dan me-ningkatkan keterampilan di luar sistem pen-didikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat dengan metode yang lebih mengutama-kan pada praktek daripada teori. Pertamina Learning Center (PLC) tak sebatas lembaga pelatihan. Ia sedang dikembangkan seperti learning center di banyak perusahaan yang juga menyandingkan program e-learning. Dan Nina Pramono tetap terobsesi, mun-culnya kembali budaya pembelajar. Terbentuk-nya manusia-manusia berjiwa pembelajar.

diunduh dari situs www.pertamina.com

Senyum lebaran

Bahagia rasanya lebaran kali ini kami masih bisa rayakan bersama Ibu/Bapak serta kakak dan saudara semua di kampung halaman, mungkin sudah menjadi tradisi bagi orang indonesia pada umumnya tak luput dengan saya juga. sudah setahun saya tidak pulang ke kampung halaman, tidak sengaja saya pandangi ibu saya yang sedang membantu bapak mengerjakan pesanan jahitan tetangga, kali ini saya agak serius memandangi Ibu, saya rasakan ada yang mulai berubah dari raut mukanya,rambut yang sudah mulai memutih, padahal baru saya rasakan belai lembutnya saat saya masih bayi, namun kita semua adalah manusia biasa yang tidak bisa mementang sunatulloh yang lama kelamaan kita pun akan beranjak tua. dan ini sedang tergambar pada raut muka ibu saya.

Terkadang saya merenungi hidup diri saya ini, yang beranjak dewasa namun saya belum bisa membantu atau membahagiakan Ibu/Bapak saya, mungkin mereka tidak pernah mengharapkan imbalan kepada anak-anak nya namun naluri manusia saya kadang tergugah, karena hidup adalah ibarat estafet yang apabila si pelari itu sudah sampai pada saatnya untuk memberikan tongkat estafet itu ke pada pelari berikutnya, maka selesailah sudah pelari itu dalam perlombaan.

Untuk bisa saya membalas budi baik orang tua yang merawat dan mencurahkan seluruh kasih sayangnya kepada anak-anaknya saya harus menjadi orang yang dalam ekonomi mapan tentunya, saya sadar benar untuk bisa seperti itu saya harus bisa punya pekerjaan yang mapan juga, namun saat ini banyak sarjana yang juga tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan. Semoga hikmah midik kali ini bisa saya ambil sepiritnya untuk saya bisa menata langkah untuk meraih tujuan hidup yang paripurna.

Ya Alloh kiranya engkau selalu mendengar do'a setiap hamba....
Engkau yang menjanjikan kepada setiap hanba akan mengabulkan setiap do'a....
maka saya mohon kabulkan lah do'a saya....ya alloh, karena saya yakin itu.

Jumat, 19 September 2008

Ubuntu 9.04, Siap Tandingi Windows untuk Subnotebook

Penguasa Ubuntu, Mark Shuttleworth, telah mengumumkan Senin (08/09) lalu bahwa nama kode untuk Ubuntu 9.04, diharapkan dapat hadir di bulan April 2009 mendatang, dan diberi nama kode Jaunty Jackalope. Ubuntu merilis produknya setiap enam bulan sekali, dan sudah termasuk versi terbaru dari aplikasi software open source miliknya. Shuttleworth percaya bahwa Ubuntu telah siap untuk bertanding dengan Windows dan Mac OS X dan pihaknya mengharapkan dapat melihat distro open source Linux dalam jutaan alat di tahun-tahun mendatang.

Komunitas pengembang Ubuntu telah membuat Ubuntu versi 8.10, yang diberi nama kode Intrepid Ibex, yang menurut rencana akan resmi diluncurkan pada bulan depan. Peluncuran Ibex sekaligus juga akan menjadi perkenalan GNOME 2.24 dan stuff baru lainnya. Shuttleworth mengamati adanya versi 8.10 tersebut akan masuk support untuk subnotebook

Kamis, 18 September 2008

Kutub Utara Mencair, Percepat Komitmen Iklim

Senin, 15 September 2008 | 16:29 WIB

OSLO, SENIN - Fakta bahwa lapisan es kutub utara mungkin mencair seluruhnya pada puncak musim panas tahun ini merupakan bukti efek pemanasan global yang tidak dapat dicegah. Karena itu, organisasi lingkungan World Wildlife Fund (WWF) mendesak komitmen baru untuk mengatasi perubahan iklim segera disepakati.

WWF menyatakan hasil pemantauan terakhir menunjukkan bahwa saat ini luas lapisan es di kutub utara telah berada pada titik terendah kedua sepanjang sejarah. Pada puncak musim panas, kutub utara bisa saja benar-benar bebas es jika laju mencairnya es tak dapat dicegah.

"Jika Anda menghitung berdasarkan laju pencairan itu, mungkin luas lapisan es tahun ini akan lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sejak pemantauan dilakukan," ujar Martin Sommerkorn, penasihat senior iklim program Arktik WWF.

Ia mengatakan, tahun ini mungkin untuk pertama kalinya perairan Arktik dapat dilalui kapal dengan bebas di musim panas.

Bermandi peluh di kereta tua

waktu itu sahabis dari acara ngabubur-it yang diselenggarakan oleh yayasan airputih, kami beserta dua orang teman saya beranjak pulang kerumah. Jarak dari kantor yayasan airputih dengan rumah saya lumayan jauh kami menggunakan sarana transportasi masal kereta api, alasannya karena aksesnya gampang dan merupakan sarana transportasi massal yang anti kesombongan karena kami semua penumpang KRL baik yang berdasi sampai yang berpakaian gembel semua sama, sama-sama berdiri sama-sama mandi keringat,tidak ada pembedaan setatus sosial di dalam gerbong, semua sama manusia biasa.

kami naik dari stasiun tebet menuju stasiun lenteng agung, malam itu waktu menunjukkan pukul 19:00 wib,sesampai di stasiun kami langsung membeli tiket dan masuk ke peron untuk menunggu kedatangan kereta dengan tujuan bogor, suasana di stasiun sangat rame dipenuhi oleh para calon penumpangnya waktu terus berjalan kami rasakan sangat lama sekali kereta itu tidak kunjung datang, saya mengambil hape yang ada di kantong celana saya dengan maksud untuk melihat jam berapa waktu itu, tidak lama waktu berselang petugas loket stasiun memberitahukan bahwa jalur kereta yang ada di titik antara pasar minggu s/d depok sedang mengalami gangguan karena adanya hubungan arus pendek listrik yang mengakibatkan di tutupnya satu jalur kereta tersebut, sehingga pemberangkatan kereta dari bogor menuju jakarta dan sebaliknya tertahan di masing-masing stasiun.pasar minggu dan stasiun.depok lama, dengan sedikit perasaan kesal saya beserta calon penumpang yang lain pun harus rela menunggu sampai malam.

Waktu sudah menunjukkan pukul 21:00 wib, terdengar sirine palang kereta berbunyi pertanda kereta segera masuk ke stasiun kami pun langsung derdesak-desakan untuk bisa memasuki kereta yang memang sudah penuh itu, untungnya kami bertiga bisa naik semua ke dalam gerbong kereta itu, namun tidak kami sangka kereta yang kami naiki terpaksa harus berhenti di dalam lintasan tidak jauh dari stasiun.tebet, awalnya kami semua para penumpang menganggap ini tidak akan lama paling tidak untuk dapat sampai ke stasiun.pasarminggu ternya ta dugaan kami semua salah kereta tertahan 30 menit lamanya, taukah anda yang kami semua rasakan didalam gerbong yang penuh dengan para penumpang, amat sangat panas dan sumpek begitu gaduh terdengar soar para penumpang, belum tangisan bayi yang tak kunjung berhenti kare memang sangat panas di dalam gerbong itu, tubuh mulai dibasahi oleh peluh yang mengucur deras.

Memang sangat miris kita melihatnya sarana transportasi negara kita ini, betapa tidak dari segala jenis transportasi menyisakan cerita-serita tragis yang seakan-akan membungkus rapi tentang kebobrokan sistem di negeri ini. Bukan saya sok tahu tentang bagai mana mengelola negara ini tapi ini kenyataannya sampai detik ini kita masih di hadapkan dengan masalah-masalah yang klasik yang seakan tidak ada pangkal ujung nya, namun sekali lagi terlepas dari itu semua, saya beserta semua yang ada di gerbong ini sedikit mencoba menghibur diri untuk melupakan segala apa yang kami rasakan saat itu.

Secara refleks ketika saya membalikan pandangan ke sisi tubuh saya, saya melihat raut wajah teman saya yang sedikit kusut pertanda dia sudah mulai tidak tahan dalam kendisi sumpek dan pengap, begitu juga saya, dan ternyata didalam kondisi yang tidak mengenakkan itu masih ada senyum yang ter pancar dari raut muka teman-teman begitu juga saya, saat saya mencoba memberikan sedikit banyolan segar kepada mereka, dan kami pun mulai melupakan situasi yang terjadi di dalam gerbong kereta itu, kami saling bercerita tentang hal dan kejadian yang kami alami, tentang impian-impian masa depan, kami pun semua tertawa lepas tentang apa yang sedang kita bicarakan saat itu, tentang sekelompok anak muda yang punya beribu impian yang kami pun tidak tau pasti akan kah semua impian itu dapat kami gapai esok hari. Waktu semakin larut dan tibalah saatnya kita terbebas dari pengap dan sumpek itu, karena kereta perlahan mulai berjalan dan menambah kecepatannya berarti kami akan segera sampai ke rumah dengan sangat senang kami yang ada di dalam gerbong itu bersorak !!!

Dari kisah diatas saya coba ingin menarik pelajar yang sangat berarti khususnya bagi saya pribadi, yaitu “dalam kondisi seburuk apapun kita masih bisa merayakan kebahagiaan, karena bahagia adalah suatu pilihan dalam hidup yang tidak bisa di beli hanya dengan uang semata, bahagia adalah cara pandang atau cerminan hati yang menerima secara legowo apa yang kita miliki” memang tidak mudah dan jarang orang yang bisa bersikap seperti itu disaat badai atau kejadian yang tidak mengenakan kita menerpa kehidupan kita, bukankah kita bisa karena terbiasa maka belajarlah menghargai hidup ini because life is a beautyful.

Rabu, 27 Agustus 2008

Antara kepastian dan ketidak pastian

Taukah anda apa yang menjadi ketakutan saya saat ini, adalah hal yang klasik bagi sebagian besar anak remaja seperti saya ini, yaitu timbulnya berjuta pertanyaan yang sungguh membuat diri ini tak kuasa di buatnya.

Di antara berjuta pertanyaan itu antara lain adalah: apakah saya bisa lulus kuliah dengan nilai yang memuaskan, apakah setelah lulus kuliah saya langsung bisa dapat kerja, atau apakah saya akan menemukan pasangan hidup saya yang ideal bagi saya dengan segera? dan tentunya masih ada banyak pertanyaan lain lagi yang tak kalah membuat urat syaraf otak saya berkontraksi begitu kencangnya, mungkin keadaan ini begitu pula dengan teman-teman pembaca sekalian.

Ada berjuta keinginan yang masih saya kobarkan di dalam dada saya berharap suatu saat saya bisa menggapai segala apa yang menjadi keinginan saya itu, saya pun sadar akan konsekuensi yang setidaknya akan saya terima jikalau

Jumat, 22 Agustus 2008

Dongeng guruku

hallo,para pembaca yang budiman....kali ini saya mau mencoba mengutarakan pengalaman saya waktu masih duduk di bangku sekolah menengah kejurun di Banjarnegara sana. Agak serius neeh...ehm.

Pagi itu di kelas kami, sedeng menerima pelajaran "logam dasar" dari guru kami. Beliau bernama Bapak Iman ustaat, dengan pembawaan yang tegas dan disiplin seraya memberi contoh kepada semua anak didiknya, oya hampir lupa...setiap pelajarannya, Beliau pasti selalu membawa kertas kosong untuk di bagikan kepada kami untuk mengerjakan soal semacam ulangan harian, di akhir jam mengajarnya beliau sedikit bercerita kepada kami dengan nada yang agak santai, maklum semua tugas sedah selesai...

Anak-anak...emh! (tegas beliau)

Kamis, 21 Agustus 2008

jiwa yang menyelasai

Pernah suatu saat saya mendengarkan salah satu station radio di jakarta yang namanya delta-fm. Saat itu pukul 23.30 sambil rebahan menjelang tidur saya mendengarkannya melalui radio walkman, maklum sebagai anak kost cuma itu hiburan yang saya miliki waktu itu...

Nampaknya di station radio itu sudah menjadi acara rutin semacam wejangan begitu...untuk para pendengarnya, disitu yang menjadi pembicaranya seorang budayawan Emha Ainun Najib "Cak nun" begitu orang menyebutnya, dalam pokok bahasannya malam itu adalah"hati yang menyelasai" pertama mendengarnya saya pun ndak tau apa maksud dari istilah itu, beliau bercerita tentang bagaimana caranya menyikapi sesuatu dalam hidup ini dan kejadian-kejadian apa yang akan kita temua semasa hidup kita ini, di situ di gambarkan dalam bahasanya :

"pernah suatu saat saya beserta rombongan kyai kanjeng (ucap cak-nun), dalam perjalanan pulang dari jakarta setelah mengadakan pertunjukan budaya ke kota asalnya jogjakarta,di tengah perjalan pulangnya beserta rombongan (disitu diceritakan mendekati kota purwokerto) si sopir bus pembawa rombongan memutuskan untuk menepi ke pom bensin karena si sopir ingin buang air kecil,dan ada sebagian rombongan yang lain juga ikut turun karana mereka juga ndak tahan ingin buang air kecil juga,dengan mata yang menahan kantuk luarbiasa merekapun turun dari bus untuk bergegas ke toilet, setelah mereka selasai buang air kecil merekapun bergegas ke bus lagi untuk melanjutkan perjalanan ke kota jogjakarta, nah dari sini cerita itu berawal....


nampaknya ada salah satu dari rombongan yang tertinggal, karena temen-temen yang lain juga ndak ngeh, karena mereka dalam posisi yang luar biasa kantuk sekali, dan ada sebagian yang lain terlelap maka ndak ada pikiran untuk mengecek anggotanya satu sama lain, dan sang supirpun menghidupkan mesin lalu menancap gas.tak lama kemudian orang yang tertinggal itu keluar dari toilet dan mencari dimana bus yang membawa rombongannya....dia pun sadar bahwa dia nampaknya tertinggal dari rombongannya...dia pun marah-marah dan mengucap sumpah serapah,namun walau bagaimanapun juga bus rombongan sudah jauh meninggalkan dirinya dan kemarahan dan sumpah serapah pun tidak banyak membantunya...yang jelas mau tidak mau dia harus berusaha entah dia mencari duit untuk dia gunakan ongkos pulang ke jogjakarta, atu lapor ke polisi minta di anter ke jogjakarta, dan apapun saja yang bisa membuat dia sampai ke kotanya, karena dia tidak punya uang sepeserpun karena semua barang ikut ter bawa di tas di dalam bus rombongan".

Dari cerita ini beliau coba tegaskan bahwa jadilah kita semua menjadi orang yang berselasai jiwanya atau janganlah kamu terus ratapi kisah yang tidak mengenakkan dan cenderung menyalahkan orang lain untuk di jadikan kambing hitam, toh masih lebih banyak kisah-kisah hidup kita yang lebih mengenakkan kita.

kurang lebih begitu sepirit yang saya tangkap dari kisah diatas, walaupun itu cuma gambaran saja dari cak-nun.
Semoga bisa menjadi pencerahan bagi hati kita ini dalam menjalani hidup ini !

Rabu, 20 Agustus 2008

DUNIA SERBA TUHAN

Di mana-mana semakin banyak tuhan
Di Irak dan Iran
Di Israel dan Afganistan
Di Libanon dan Nikaragua
Di India dan Srilangka
Di JEpang dan Cina
Di Korea dan Pilipina

Tuhan semakin banyak
Di Amerika dan Rusia
Di Eropa dan Asia
Di Afrika dan Australia
Di NATO dan PAlta Warsawa
Di PBB dan badan-badan dunia

Dimana-mana tuhan, ya Tuhan

Jayalah Bumi Pertiwi

Agustus bagiku adalah suatu bulan yang sangat keramat, kenapa saya katakan begitu...karena suatu bulan dimana Bangsa ini lahir menjadi bangsa yang punya integritas dan karakteristik nan agung.
mungkin benar adanya kata sebagian orang, kalo rasa nasionalisme kita sebagai putra bangsa mulai memudar...! terutama generasi mudanya yang sekarang punya kiblat baru dalam patokan bergaya hidup(lifestyle) gitu bleh.....hick!
Mereka cenderung bersikap konsumtif, acuh terhadap sesama hah....ungkapan apalagi yang tepat untuk kelakuan orang-orang yang seperti itu,jijik rasanya...dia tidak mau tau apa arti nasionalisme, bagaimana menghargai jasa para bunga bangsa yang gugur di medan laga, yang ada di benaknya hanyalah bagai mana caranya untuk mendapatkan kedudukan sekalipun harus sikut sana-sikut sini.
Namun bagi saya,dan mungkin teman-teman yang masih tertancap kuat idiologi Pancasila di dalam jiwanya pastilah tidak akan rela Ibupertiwi terus memerus merintih karena masih banyak ketimpangan di bumipertiwi Indonesia ini.
kita sebagai putra bangsa dan penerus bangsa ini hendaklah sejenak menghayati dan menyelami makna lagu kebangsaan kita "Indanesia Raya" pada bait yang berbunyi "bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk indonesia raya"' didalam kalimat tersebut tersirat amanat untuk kita bangkit dan berusaha untuk menjadikan indonesia yang jaya,memang tidak lah mudah untuk merealisasikannya...di butuhkan nafas yang panjang dan semangat pantang menyerah. Kenapa didalam bait di atas di sebutkan "bangunlah jiwanya" dulu baru "bangunlah badannya" adalah benar kita di tuntut untuk ada krentek atau niatan yang kuat dulu dari dalam hati baru di aplikasikan dalam tindakan yang nyata dalam bidang apapun unut kemajuan Bangsa ini.
Jayalah terus Indonesia-ku.....
Merdeka...!

Sabtu, 17 Mei 2008

download ebook ebook php
Akhirnya selesai juga semua E-Book Tutorial PHP ilmuwebsite.com
E-BookE-Book ini sudah kami sempurnakan, jadi apabila anda memegang E-Bookyang lama, silahkan di hapus saja, karena kami sudah menyediakan versiUpdate nya.

Silahkan di download dan di sebarkan :) Free Open Source:

free php ebook

Silahkan ambil semua

Apabila anda masih pemula di php, ada baiknya anda belajar php dulu.
Semuanya untuk komunitas ilmuwebsite.com :)
ilmuwebsite community
Bagi yang langganan artikel kami ilmuwebsite.com, silahkan cek email anda, kami sudah mengirimkannya :)
Happy Opensource :D~

Dalam menjalankan script php anda membutuhkan XAMPP Server Console PHP Apache
Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori news dengan judul Download Semua Ebook Tutorial PHP ilmuwebsite

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More