"Dan Berbahagialah Wahai Jiwa-jiwa yang tenang, yang Senantiasa Mengingat Tuhan-nya dalam keadaan Lapang dan Sempit..."


Jumat, 22 Agustus 2008

Dongeng guruku

hallo,para pembaca yang budiman....kali ini saya mau mencoba mengutarakan pengalaman saya waktu masih duduk di bangku sekolah menengah kejurun di Banjarnegara sana. Agak serius neeh...ehm.

Pagi itu di kelas kami, sedeng menerima pelajaran "logam dasar" dari guru kami. Beliau bernama Bapak Iman ustaat, dengan pembawaan yang tegas dan disiplin seraya memberi contoh kepada semua anak didiknya, oya hampir lupa...setiap pelajarannya, Beliau pasti selalu membawa kertas kosong untuk di bagikan kepada kami untuk mengerjakan soal semacam ulangan harian, di akhir jam mengajarnya beliau sedikit bercerita kepada kami dengan nada yang agak santai, maklum semua tugas sedah selesai...

Anak-anak...emh! (tegas beliau)

Di negeri antah brantah hidup seorang Raja yang sangat baik hatinya(dengan penekanan kata), dia selalu mengayomi dan memakmurkan segenap rakyat yang di pimpinnya,tiba suatu masa saat kerajaan itu merayakan panenraya hasil buminya, untuk menghibur segenap rakyatnya sang Raja mengadakan sayembara kepada rakyatnya, sebagai hadiahnya sang Raja menjanjikan sebidang tanah dan putrinya yang sangat cantik untuk di jadikan calon istri bagi siapa saja yang menang dalam perlombaan itu...tentu mengetahui hadiah yang dijanjikan sang raja semua sangat tertarik untuk mengikutinya! lantas terucap sebuah pertanyaan dari salah satu calon peresta kepada sang Raja..."ampun baginda raja(sahut dari peserta), lantas sayembara macam apa yang paduka Raja akan selenggarakan? lantas sang Raja menjawab dengan meng arahkan telunjuknya ke
arah sungai seraya berkata kalian harus menyeberangi sungai itu.

Oh..baiklah kalo itu tantangan yang paduka Raja kehendaki,(sahut sang peserta). Tidak lama kemudian mereka sampai ke tepian sungai itu dan para peserta sudah bersiap-siap untuk menyebrangi sungai itu,namun apa daya dari semua peserta setelah melihat seekor buaya di dalam sungai itu...benyak dari mereka mengurungkan niatnya karena takut akan resiko yang hendak didapatnya kalo bersikeras mengikuti sayembara itu!

sepontan terdengar kegaduhan di arena sayembara itu, para peserta saling tunjuk kepada peserta yang lain untuk menyebrangi sungai itu, tiba-tiba dari belakang ada peserta yang mendorong temennya ke dalam sungai itu, sepontan peserta yang terdorong ke sungai berenang sekencang mungkin karena dia takut akan menjadi korban keganasan buaya itu...(sang Raja pun memandang bangga pada si peserta itu dari kejauhan), tibalah dia di seberang sungai dengan selamat dan artinya dialah yang berhak mendapatkan sebidang tanah dan di jadikan menantu oleh sang Raja yang baik itu!

Tibalah waktunya sang Raja memberitau bahwa buaya yang ada di dalam kali itu adalah buaya bohongan, karena sang raja tidak akan mungkin tega melihat rakyatnya mati di makan buaya, kan dia Raja yang baik hati...!!!(ucap Guru kami dengan tersenyum) dari kisah di atas dapat disimpulkan bahwa keberhasilan seseorang tidak melulu diwujudkan atas kerja keras orang itu sendiri melainkan ada kalanya keberhasilan itu karena adanya dorongan dari luar diri kita. (dengan tegas Guru kami menerangkan nya).saya rasa kisah itu yang masih terkenang sampai sekarang

1 komentar:

terima kasih kamu masih ingat dongeng saya, dan kamu pasti tidak takut lagi sama buaya-buaya palsu yang sering menghadang perjalanan kamu menuju gerbang impian
Semoga sukses selalu !
Aamiinn.....


Pak Taat

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More