Terus terang, inilah kenyataan yang kerap dihadapi, baik oleh pemberi kerja ataupun orang yang bekerja. Tak jarang lingkungan atau tempat kerja tidak selalu nyaman sebagai tempat berkreasi atau rekreasi buat kita. Bisa saja kita tidak cocok dengan suasana kerjanya, suasana pertemanan, atasan yang tidak adil, cara berkomunikasi, praktis bisnis atau bahkan kultur perusahaan.
Suasana tidak nyaman juga bisa karena situasi yang lebih luas. Misalnya saja: Kondisi jalan macet, jarak rumah-kantor yang harus ditempuh dalam dua jam, kasus-kasus korupsi yang tidak kunjung terang, ketidakjelasan aturan bermasyarakat, yang semuanya menyebabkan kita merasa tidak betah di lingkungan, bahkan dinegara sendiri.
Pertanyaannya, kemana kita mau lari? Bisakah kita langsung mengambil langkah menghindar suasana kerja tidak nyaman seperti itu? Tentu tidak semudah itu, karena kita pasti mempertimbangkan penghasilan, tunjangan yang kita terima, dan keluarga yang butuh dihidupi. Tentu tantangannya adalah
Suasana tidak nyaman juga bisa karena situasi yang lebih luas. Misalnya saja: Kondisi jalan macet, jarak rumah-kantor yang harus ditempuh dalam dua jam, kasus-kasus korupsi yang tidak kunjung terang, ketidakjelasan aturan bermasyarakat, yang semuanya menyebabkan kita merasa tidak betah di lingkungan, bahkan dinegara sendiri.
Pertanyaannya, kemana kita mau lari? Bisakah kita langsung mengambil langkah menghindar suasana kerja tidak nyaman seperti itu? Tentu tidak semudah itu, karena kita pasti mempertimbangkan penghasilan, tunjangan yang kita terima, dan keluarga yang butuh dihidupi. Tentu tantangannya adalah







