"Dan Berbahagialah Wahai Jiwa-jiwa yang tenang, yang Senantiasa Mengingat Tuhan-nya dalam keadaan Lapang dan Sempit..."


Kamis, 21 Agustus 2008

jiwa yang menyelasai

Pernah suatu saat saya mendengarkan salah satu station radio di jakarta yang namanya delta-fm. Saat itu pukul 23.30 sambil rebahan menjelang tidur saya mendengarkannya melalui radio walkman, maklum sebagai anak kost cuma itu hiburan yang saya miliki waktu itu...

Nampaknya di station radio itu sudah menjadi acara rutin semacam wejangan begitu...untuk para pendengarnya, disitu yang menjadi pembicaranya seorang budayawan Emha Ainun Najib "Cak nun" begitu orang menyebutnya, dalam pokok bahasannya malam itu adalah"hati yang menyelasai" pertama mendengarnya saya pun ndak tau apa maksud dari istilah itu, beliau bercerita tentang bagaimana caranya menyikapi sesuatu dalam hidup ini dan kejadian-kejadian apa yang akan kita temua semasa hidup kita ini, di situ di gambarkan dalam bahasanya :

"pernah suatu saat saya beserta rombongan kyai kanjeng (ucap cak-nun), dalam perjalanan pulang dari jakarta setelah mengadakan pertunjukan budaya ke kota asalnya jogjakarta,di tengah perjalan pulangnya beserta rombongan (disitu diceritakan mendekati kota purwokerto) si sopir bus pembawa rombongan memutuskan untuk menepi ke pom bensin karena si sopir ingin buang air kecil,dan ada sebagian rombongan yang lain juga ikut turun karana mereka juga ndak tahan ingin buang air kecil juga,dengan mata yang menahan kantuk luarbiasa merekapun turun dari bus untuk bergegas ke toilet, setelah mereka selasai buang air kecil merekapun bergegas ke bus lagi untuk melanjutkan perjalanan ke kota jogjakarta, nah dari sini cerita itu berawal....


nampaknya ada salah satu dari rombongan yang tertinggal, karena temen-temen yang lain juga ndak ngeh, karena mereka dalam posisi yang luar biasa kantuk sekali, dan ada sebagian yang lain terlelap maka ndak ada pikiran untuk mengecek anggotanya satu sama lain, dan sang supirpun menghidupkan mesin lalu menancap gas.tak lama kemudian orang yang tertinggal itu keluar dari toilet dan mencari dimana bus yang membawa rombongannya....dia pun sadar bahwa dia nampaknya tertinggal dari rombongannya...dia pun marah-marah dan mengucap sumpah serapah,namun walau bagaimanapun juga bus rombongan sudah jauh meninggalkan dirinya dan kemarahan dan sumpah serapah pun tidak banyak membantunya...yang jelas mau tidak mau dia harus berusaha entah dia mencari duit untuk dia gunakan ongkos pulang ke jogjakarta, atu lapor ke polisi minta di anter ke jogjakarta, dan apapun saja yang bisa membuat dia sampai ke kotanya, karena dia tidak punya uang sepeserpun karena semua barang ikut ter bawa di tas di dalam bus rombongan".

Dari cerita ini beliau coba tegaskan bahwa jadilah kita semua menjadi orang yang berselasai jiwanya atau janganlah kamu terus ratapi kisah yang tidak mengenakkan dan cenderung menyalahkan orang lain untuk di jadikan kambing hitam, toh masih lebih banyak kisah-kisah hidup kita yang lebih mengenakkan kita.

kurang lebih begitu sepirit yang saya tangkap dari kisah diatas, walaupun itu cuma gambaran saja dari cak-nun.
Semoga bisa menjadi pencerahan bagi hati kita ini dalam menjalani hidup ini !

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More