Ditulis Oleh: Yeni Uswatun Hasanah
Malam itu, sepanjang jalan menuju ke Taman Ismail Marzuki
diguyur hujan. Tak sempat mengikuti kegiatan “wajib” awal Kenduri
Cinta, yakni membaca Al-Qur’an dan bershalawat dengan nada yang sudah
dicontohkan oleh Kiai Kanjeng. Memang, mulai bulan Februari ini, seluruh
kegiatan Jamaah Maiyah (Padhang mBulan, Mocopat Syafa’at, Gambang
Syafa’at, Bangbang Wetan, Obor Ilahi dan Kenduri Cinta) kembali
deseragamkan, dengan pola yang sama, yang berbeda adalah isi pada acara
forum bebas, karena pengisi acara berbeda di tiap tempat.
Malam itu Bapak Nursamad Kamba membahas tentang makna ma’iyah, yang
mana ini adalah tema untuk bulan ini dalam Jama’ah Maiyah, merujuk pada
buku “Maiyah di dalam Al-Qur’an“ yang ditulis oleh Cak Fuad. Dan tema
Kenduri Cinta malam itu adalah “Hilangnya Sang Pentafsir”.







