"Dan Berbahagialah Wahai Jiwa-jiwa yang tenang, yang Senantiasa Mengingat Tuhan-nya dalam keadaan Lapang dan Sempit..."


Rabu, 03 Maret 2010

Hilangnya Sang Pentafsir


Ditulis Oleh: Yeni Uswatun Hasanah

Malam itu, sepanjang jalan menuju ke Taman Ismail Marzuki
diguyur hujan. Tak sempat mengikuti kegiatan “wajib” awal Kenduri
Cinta, yakni membaca Al-Qur’an dan bershalawat dengan nada yang sudah
dicontohkan oleh Kiai Kanjeng. Memang, mulai bulan Februari ini, seluruh
kegiatan Jamaah Maiyah (Padhang mBulan, Mocopat Syafa’at, Gambang
Syafa’at, Bangbang Wetan, Obor Ilahi dan Kenduri Cinta) kembali
deseragamkan, dengan pola yang sama, yang berbeda adalah isi pada acara
forum bebas, karena pengisi acara berbeda di tiap tempat.

Malam itu Bapak Nursamad Kamba membahas tentang makna ma’iyah, yang
mana ini adalah tema untuk bulan ini dalam Jama’ah Maiyah, merujuk pada
buku “Maiyah di dalam Al-Qur’an“ yang ditulis oleh Cak Fuad. Dan tema
Kenduri Cinta malam itu adalah “Hilangnya Sang Pentafsir”.

Senin, 01 Maret 2010

Kekuatan Yang Mendasari Kekuatan


Ditulis Oleh: Sabrang Mowo Damar Panuluh

Sembilan tahun yang lalu, ketika masih merantau di negeri orang, ada momentum di
mana saya menggelandang beberapa bulan, tak punya tempat tinggal dan tak
begitu punya uang, sehingga sempat menjadikan sebuah masjid terbesar di
kota itu sebagai tempat tinggal. Tempat di mana saya mendapatkan sebuah jawaban menarik dari sebuah pertanyaan sederhana. Pertanyaan itu
adalah, “kenapa saya merasa bahwa umat Islam terasa lebih solid di
negara non-Islam daripada negara yang mayoritas beragama Islam?” Jawaban
dari Syeikh di mesjid tersebut, ”di mana pun, minoritas punya
kecenderungan untuk berkumpul bersama demi membangun sebuah kekuatan.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More