
Oleh YUNI IKAWATI
Open Source Software dikembangkan di Indonesia dengan beragam tujuan. Termasuk juga untuk membuka akses bagi penyandang tunanetra. Karya inovasi ini diperagakan pada Ritech Expo 2009 yang berakhir Senin (10/8), bertepatan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.
Keterbatasan, bahkan ketiadaan indera penglihatan, kini memang bukan masalah lagi dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berupa sistem komputer dan telepon serta layanan multi multimedia yang disuguhkan.
Hal itu dimungkinkan karena ada sistem peranti lunak antarmuka atau interface dan sistem sensor yang memungkinkan penyandang tunanetra memanfaatkan kemampuan indera pendengaran dan perabaannya untuk berkomunikasi dengan komputer.
Karya inovasi di bidang TIK yang terkait dengan sistem interaktif manusia-komputer itu ditampilkan Yayasan Mitra Netra, IGOS (Indonesia Go Open Source), dan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) pada Ritech Expo 2009 di Plaza Barat Gelora Bung Karno.
Open Source Software dikembangkan di Indonesia dengan beragam tujuan. Termasuk juga untuk membuka akses bagi penyandang tunanetra. Karya inovasi ini diperagakan pada Ritech Expo 2009 yang berakhir Senin (10/8), bertepatan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.
Keterbatasan, bahkan ketiadaan indera penglihatan, kini memang bukan masalah lagi dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berupa sistem komputer dan telepon serta layanan multi multimedia yang disuguhkan.
Hal itu dimungkinkan karena ada sistem peranti lunak antarmuka atau interface dan sistem sensor yang memungkinkan penyandang tunanetra memanfaatkan kemampuan indera pendengaran dan perabaannya untuk berkomunikasi dengan komputer.
Karya inovasi di bidang TIK yang terkait dengan sistem interaktif manusia-komputer itu ditampilkan Yayasan Mitra Netra, IGOS (Indonesia Go Open Source), dan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) pada Ritech Expo 2009 di Plaza Barat Gelora Bung Karno.







