"Dan Berbahagialah Wahai Jiwa-jiwa yang tenang, yang Senantiasa Mengingat Tuhan-nya dalam keadaan Lapang dan Sempit..."


Jumat, 19 September 2008

Ubuntu 9.04, Siap Tandingi Windows untuk Subnotebook

Penguasa Ubuntu, Mark Shuttleworth, telah mengumumkan Senin (08/09) lalu bahwa nama kode untuk Ubuntu 9.04, diharapkan dapat hadir di bulan April 2009 mendatang, dan diberi nama kode Jaunty Jackalope. Ubuntu merilis produknya setiap enam bulan sekali, dan sudah termasuk versi terbaru dari aplikasi software open source miliknya. Shuttleworth percaya bahwa Ubuntu telah siap untuk bertanding dengan Windows dan Mac OS X dan pihaknya mengharapkan dapat melihat distro open source Linux dalam jutaan alat di tahun-tahun mendatang.

Komunitas pengembang Ubuntu telah membuat Ubuntu versi 8.10, yang diberi nama kode Intrepid Ibex, yang menurut rencana akan resmi diluncurkan pada bulan depan. Peluncuran Ibex sekaligus juga akan menjadi perkenalan GNOME 2.24 dan stuff baru lainnya. Shuttleworth mengamati adanya versi 8.10 tersebut akan masuk support untuk subnotebook

Kamis, 18 September 2008

Kutub Utara Mencair, Percepat Komitmen Iklim

Senin, 15 September 2008 | 16:29 WIB

OSLO, SENIN - Fakta bahwa lapisan es kutub utara mungkin mencair seluruhnya pada puncak musim panas tahun ini merupakan bukti efek pemanasan global yang tidak dapat dicegah. Karena itu, organisasi lingkungan World Wildlife Fund (WWF) mendesak komitmen baru untuk mengatasi perubahan iklim segera disepakati.

WWF menyatakan hasil pemantauan terakhir menunjukkan bahwa saat ini luas lapisan es di kutub utara telah berada pada titik terendah kedua sepanjang sejarah. Pada puncak musim panas, kutub utara bisa saja benar-benar bebas es jika laju mencairnya es tak dapat dicegah.

"Jika Anda menghitung berdasarkan laju pencairan itu, mungkin luas lapisan es tahun ini akan lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sejak pemantauan dilakukan," ujar Martin Sommerkorn, penasihat senior iklim program Arktik WWF.

Ia mengatakan, tahun ini mungkin untuk pertama kalinya perairan Arktik dapat dilalui kapal dengan bebas di musim panas.

Bermandi peluh di kereta tua

waktu itu sahabis dari acara ngabubur-it yang diselenggarakan oleh yayasan airputih, kami beserta dua orang teman saya beranjak pulang kerumah. Jarak dari kantor yayasan airputih dengan rumah saya lumayan jauh kami menggunakan sarana transportasi masal kereta api, alasannya karena aksesnya gampang dan merupakan sarana transportasi massal yang anti kesombongan karena kami semua penumpang KRL baik yang berdasi sampai yang berpakaian gembel semua sama, sama-sama berdiri sama-sama mandi keringat,tidak ada pembedaan setatus sosial di dalam gerbong, semua sama manusia biasa.

kami naik dari stasiun tebet menuju stasiun lenteng agung, malam itu waktu menunjukkan pukul 19:00 wib,sesampai di stasiun kami langsung membeli tiket dan masuk ke peron untuk menunggu kedatangan kereta dengan tujuan bogor, suasana di stasiun sangat rame dipenuhi oleh para calon penumpangnya waktu terus berjalan kami rasakan sangat lama sekali kereta itu tidak kunjung datang, saya mengambil hape yang ada di kantong celana saya dengan maksud untuk melihat jam berapa waktu itu, tidak lama waktu berselang petugas loket stasiun memberitahukan bahwa jalur kereta yang ada di titik antara pasar minggu s/d depok sedang mengalami gangguan karena adanya hubungan arus pendek listrik yang mengakibatkan di tutupnya satu jalur kereta tersebut, sehingga pemberangkatan kereta dari bogor menuju jakarta dan sebaliknya tertahan di masing-masing stasiun.pasar minggu dan stasiun.depok lama, dengan sedikit perasaan kesal saya beserta calon penumpang yang lain pun harus rela menunggu sampai malam.

Waktu sudah menunjukkan pukul 21:00 wib, terdengar sirine palang kereta berbunyi pertanda kereta segera masuk ke stasiun kami pun langsung derdesak-desakan untuk bisa memasuki kereta yang memang sudah penuh itu, untungnya kami bertiga bisa naik semua ke dalam gerbong kereta itu, namun tidak kami sangka kereta yang kami naiki terpaksa harus berhenti di dalam lintasan tidak jauh dari stasiun.tebet, awalnya kami semua para penumpang menganggap ini tidak akan lama paling tidak untuk dapat sampai ke stasiun.pasarminggu ternya ta dugaan kami semua salah kereta tertahan 30 menit lamanya, taukah anda yang kami semua rasakan didalam gerbong yang penuh dengan para penumpang, amat sangat panas dan sumpek begitu gaduh terdengar soar para penumpang, belum tangisan bayi yang tak kunjung berhenti kare memang sangat panas di dalam gerbong itu, tubuh mulai dibasahi oleh peluh yang mengucur deras.

Memang sangat miris kita melihatnya sarana transportasi negara kita ini, betapa tidak dari segala jenis transportasi menyisakan cerita-serita tragis yang seakan-akan membungkus rapi tentang kebobrokan sistem di negeri ini. Bukan saya sok tahu tentang bagai mana mengelola negara ini tapi ini kenyataannya sampai detik ini kita masih di hadapkan dengan masalah-masalah yang klasik yang seakan tidak ada pangkal ujung nya, namun sekali lagi terlepas dari itu semua, saya beserta semua yang ada di gerbong ini sedikit mencoba menghibur diri untuk melupakan segala apa yang kami rasakan saat itu.

Secara refleks ketika saya membalikan pandangan ke sisi tubuh saya, saya melihat raut wajah teman saya yang sedikit kusut pertanda dia sudah mulai tidak tahan dalam kendisi sumpek dan pengap, begitu juga saya, dan ternyata didalam kondisi yang tidak mengenakkan itu masih ada senyum yang ter pancar dari raut muka teman-teman begitu juga saya, saat saya mencoba memberikan sedikit banyolan segar kepada mereka, dan kami pun mulai melupakan situasi yang terjadi di dalam gerbong kereta itu, kami saling bercerita tentang hal dan kejadian yang kami alami, tentang impian-impian masa depan, kami pun semua tertawa lepas tentang apa yang sedang kita bicarakan saat itu, tentang sekelompok anak muda yang punya beribu impian yang kami pun tidak tau pasti akan kah semua impian itu dapat kami gapai esok hari. Waktu semakin larut dan tibalah saatnya kita terbebas dari pengap dan sumpek itu, karena kereta perlahan mulai berjalan dan menambah kecepatannya berarti kami akan segera sampai ke rumah dengan sangat senang kami yang ada di dalam gerbong itu bersorak !!!

Dari kisah diatas saya coba ingin menarik pelajar yang sangat berarti khususnya bagi saya pribadi, yaitu “dalam kondisi seburuk apapun kita masih bisa merayakan kebahagiaan, karena bahagia adalah suatu pilihan dalam hidup yang tidak bisa di beli hanya dengan uang semata, bahagia adalah cara pandang atau cerminan hati yang menerima secara legowo apa yang kita miliki” memang tidak mudah dan jarang orang yang bisa bersikap seperti itu disaat badai atau kejadian yang tidak mengenakan kita menerpa kehidupan kita, bukankah kita bisa karena terbiasa maka belajarlah menghargai hidup ini because life is a beautyful.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More